Padang, Prokabar — Manajemen Semen Padang FC melepas sembilan pemain untuk mengarungi Kompetisi Liga Indonesia musim 2019, dan mempertahankan 17 pemain lamanya.

Manajer Semen Padang FC, Win Bernadino mengatakan bahwa keputusan melepas dan mempertahankan para pemain tersebut diambil setelah mendapat masukan dari Tim Pelatih dan Direksi Semen Padang FC. Menurutnya, kebijakan itu merupakan hasil evaluasi tim dalam persiapan menghadapi kompetisi mendatang.

“Kami ucapkan terimakasih, kepada seluruh pemain yang sudah bekerjasama selama ini bersama tim SPFC. Semoga, para pemain yang sudah tak bersama tim lagi, dapat terus menjalin hubungan silaturahmi dengan pemain dan manajemen,”sebut Win dalam portal resmi Semenpadangfc.co.id.

Ia juga berharap, para pemain yang dilepas dapat menemukan klub secepatnya dan terus berkarir. Menurut Win, meski saat ini sudah tak ada bekerjasama, namun hubungan silaturahmi akan dapat terus berlanjut karena para pemain sudah seperti keluarga.

Para pemain yang dilepas Semen Padang FC diantaranya, Hengki Ardiles, Ahmad Mahrus Bachtiar, Guntur Pranata (GK), Ngurah Nanak, Ibrahim Sanjaya, Febly Gushendar, Elthon Maran, Mardiono, M. Gugum Gumilar.

Untuk pemain yang dipertahankan, Rendi Oscario (GK), Achmad Bahtiar (GK), Leo Guntara, Novrianto, Agung Prasetyo, Fridolin Kristof Yoku, Manda Cingi, Rudi, Rosad Setiawan, Firman Septian, Abd. Lestaluhu, Irsyad Maulana, Riski Novriansyah, Afriansyah, Syaeful Anwar, Ronaldo Eko Julianto dan Aproyi Yunespraga.

Sementara itu, untuk pemain rekrutan baru, saat ini Manajemen SPFC sedang melakukan sejumlah penjajakan baik dengan pemain asing maupun pemain lokal. Namun pihak manajemen masih belum membuka nama nama pemain yang didekati tersebut. Hal ini disebabkan, karena selain masih adanya beberapa pemain yang masih terikat kontrak dengan klub sebelumnya, Manajemen juga masih menunggu keputusan PT Liga dan PSSI terkait pemain yang dapat didaftarkan untuk kompetisi mendatang.

Sedangkan untuk Juan Revi yang sebelumnya berstatus pinjaman, juga tidak diperpanjang kontraknya. Keputusan itu disampaikan Manajemen Kabau Sirah saat jelang tutup tahun 2018. (gas)

Berani Komen Itu Baik